Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 dalam rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, Senin (9/12/2025). Peluncuran tersebut dikemas dalam bentuk talkshow bertajuk “Kolaborasi Bangun Integritas: Dari Data ke Aksi Nyata”.
Peluncuran hasil SPI 2025 turut dihadiri oleh Forum Penyuluh Antikorupsi (FORPAK) Riau yakni Hayu Ardina, SE., MM yang menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan data SPI sebagai instrumen penting dalam memperkuat budaya integritas di daerah.
Kegiatan ini bertujuan untuk menerjemahkan hasil SPI menjadi langkah-langkah konkret bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat dalam memperkuat integritas serta memperbaiki tata kelola dan kualitas pelayanan publik.
Dalam peluncuran tersebut, Kabupaten Kampar diumumkan berhasil meraih peringkat ke-2 se-Provinsi Riau dalam SPI 2025 dengan skor 73,77 poin. Capaian ini berada di atas rata-rata nasional sebesar 72,32 poin dan menempatkan Kabupaten Kampar dalam kategori Waspada (Kuning).
KPK menilai hasil SPI tidak sekadar menjadi angka statistik, tetapi harus dijadikan dasar perumusan kebijakan pencegahan korupsi yang lebih efektif. Melalui forum diskusi, para pemangku kepentingan diajak memahami indikator SPI serta mengidentifikasi area rawan yang membutuhkan perbaikan tata kelola dan penguatan sistem integritas.
Talkshow ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas antikorupsi agar hasil survei dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan dan berdampak nyata.
Kehadiran FORPAK Riau dalam kegiatan ini menjadi wujud partisipasi aktif penyuluh antikorupsi dalam mendorong pemahaman publik terhadap hasil SPI serta memastikan nilai-nilai integritas terus disebarluaskan hingga ke tingkat akar rumput.
Melalui peluncuran SPI 2025, KPK berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak dari pemetaan risiko menuju aksi nyata, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
