Inspektorat Pimpin Rapat Inflasi Kabupaten Kampar Per Desember 2025

Inspektorat Kabupaten Kampar yang diwakili oleh Abu Yazid, S.Sos., M.M yang tergabung pada Tim Pengadilan Inflasi Daerah (TPID) Kampar lakukan exspose Inflasi Kabupaten Kampar per Desember 2025. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Media Center Gedung Asisten II Setda Kampar pada Senin 5 Januari 2026.

Agenda rutin BPS Kabupaten Kampar ini yang dimana Pemerintah Kabupaten Kampar tergabung didalamnya melakukan Rapat yang dipimpin oleh Abu Yazid Auditor Ahli Madya dari Inspektorat Kabupaten Kampar yang didampingi langsung oleh Plt. Kepala BPS Kabupaten Kampar Prayudho Bagus Jatmiko, SST, M.Si dan Plt Kabag Perekomian Setda Kampar Yohanes Purwoko, S0, M.Si dan turut hadir dari beberapa perwakilan kepala OPD Pemerintah Kabuapten Kampar.

Hasilnya bahwa pada Desermber 2025 terjadi Inflasi Year On Year Kabupaten Kampar sebesar 5,01 Persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,29. Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran  yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,54 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2.23 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman sebesar 2,23 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,46 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,36 persen, kelompok transportasi sebesar 1,32 persen, dan  kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen.

Terdapat juga tiga kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0.33 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,40 persen. Dapat diketahui juga bahwa Inflasi Month To Month Kabupaten Kampar pada posisi Desember 2025 sebesar 1,88 persen dan tingkat Inflasi Year To Date Kabupaten Kampar pada Desember 2025 sebesar 5,01 persen.

Plt. Kepala BPS Kabupaten Kampar menyampaikan bahwa komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar berasal dari komoditas Cabai Rawit dan ikan serai. Selain komoditas yang bersifat volatile, komoditas inti dan administered prive juga memberi andil inflasi dan deflasi, seperti emas, tas sekolah, popok bayi dan bedak di Kabupaten Kampar. (INSP/zb)