Inspektorat yang diwakili oleh Irban V Rainol. DS, S.T., M.IP Mengikuti Zoom Meeting Pengendalian Inflasi bersama Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Ruang Command Center Kantor Bupati Kampar Dalam Rangka Menjaga Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas harga pada Senin 19 Januari 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Drs. H. Tomsi Tohir, M.Si memimpin langungs Zoom Meeting tersebut dan diikuti oleh Pj Sekda Kampar Ardi Masrdiansyah, S.STP, M.Si, Asisten II Setda Kampar Muhammad, BPS Kampar, Forkopimda serta Kepala OPD Terkait dan dilakukan Pemaparan oleh Kepala Daerah tentang indeks Perkembangan Harga yang terjadi pada minggu terakhir di Daerah.
Sekjen Kemendagri H. Tomsi Tohir memberi arahan pada Zoom Meeting bahwa kita lakukan untuk memastikan perkembangan inflasi di dalam negeri agar bisa terus terjaga dengan baik. Ia juga mengatakan, pengendalian inflasi pada Januari ini lebih difokuskan kepada kenaikan harga dan mengantisipasinya serta Pemaparan Kepala Daerah tentang situasi di Daerahnya masing masing.
Setelah Zoom Meeting bersama Kemedagri, Bupati Kampar tegaskan untuk menjadi Etensi kita bersama antara Pemerintah Daerah dan Stakeholder untuk selalu memantau terjadi lonjakan inflasi serta kenaikan harga Komoditasi di Kabupaten Kampar.
Bupati juga menambahkan, Faktor Pemicu tingginya Inflasi di Kabupaten Kampar yaitu, Terjadinya kenaikan harga komoditas pangan volatile food (seperti: cabai, bawang merah, telur ayamdan daging ayam ras) yang fluktuatif dan bertepatan dengan Nataru, dimana terjadi permasalahan distribusi dan pasokan baik yang berasal dari luar daerah maupun pasokan lokal, kondisi cuacaekstrem juga sangat mempengaruhi hasil produksi petani.
Ia juga menyoroti gangguan pasokan dari daerah tetangga yaitu Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang mengalami bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor) yang menyebabkan wilayah pemasok tersebut terjadi kerusakan lahan pertanian dan gagal panen, sehingga stok beberapa komoditas pangan seperti beras dan cabai terdampak. Sedangkan tingginya harga Daging Ayam Ras antara lain disebabkan oleh adanya peningkatanpermintaan di lapangan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara garis besar, Produksi komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, bawang dan terlur KabupatenKampar masih bergantung kepada daerah pemasok yaitu dengan rata-rata kekurangan pasokan diatas 70%, kecuali untuk daging ayam ras yang mengalami surplus.
Pemerintah Daerah sealu melakukan upaya-upaya konkret yang dilakukan seperti Pemantauan Harga dan Stok untuk memastikan kebutuhan tersedia secara harian dan Menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting antara lain melalui Kerjasama AntarDaerah dengan daerah penghasil komoditi serta melakukan pencanangan Gerakan menanam Padi Cabai dan Jagung. (INSP/zb)
